Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Aksi Nyata Dokter Muda UIN Malang, Layani Pemudik di Jalur Strategis Kota Batu

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

21 - Mar - 2026, 15:51

Placeholder
Dokter muda FKIK UIN Malang turun langsung layani kesehatan pemudik di Kota Batu (ist)

JATIMTIMES – Lonjakan arus mudik selalu membawa konsekuensi yang tidak sederhana, terutama pada aspek kesehatan para pelaku perjalanan. Di tengah meningkatnya mobilitas warga menuju kampung halaman, sejumlah dokter muda dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang memilih terjun langsung ke lapangan. Hingga lebaran ini, mereka membuka layanan kesehatan di sekitar RSUD Karsa Husada Kota Batu, sebuah titik yang dalam beberapa hari terakhir dipadati pemudik dari berbagai daerah.

Fenomena yang terlihat di lokasi menunjukkan bahwa perjalanan jauh masih menjadi beban fisik yang nyata bagi banyak orang. Tidak sedikit pemudik yang mengeluhkan pusing, kelelahan ekstrem, hingga tekanan darah yang tidak stabil setelah menempuh perjalanan berjam-jam. Dalam situasi seperti ini, kehadiran layanan kesehatan cepat menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pelengkap.

1

Para dokter muda tersebut tidak hanya melakukan pemeriksaan dasar seperti tekanan darah dan denyut nadi, tetapi juga mencoba membaca kondisi pemudik secara lebih menyeluruh. Percakapan singkat dengan pasien kerap menjadi pintu masuk untuk mengetahui pola istirahat, asupan cairan, hingga riwayat penyakit yang mungkin kambuh selama perjalanan. Dari situ, mereka memberikan saran praktis yang bisa langsung diterapkan di perjalanan berikutnya.

Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku

Menariknya, pendekatan yang dilakukan tidak kaku seperti layanan medis formal di dalam ruang praktik. Interaksi berlangsung lebih cair, bahkan dalam beberapa kasus diselingi obrolan ringan yang membuat pemudik merasa lebih nyaman. Hal ini menjadi penting, mengingat sebagian masyarakat cenderung mengabaikan gejala awal karena menganggapnya sebagai hal biasa saat mudik.

Koordinator kegiatan, dr. Abdul Malik Setiawan, M.Infect.Dis., PhD., menilai bahwa momentum mudik justru membuka ruang pembelajaran yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan pemudik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi dokter muda dalam menangani kasus-kasus lapangan secara langsung, terutama dalam situasi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi seperti mudik Lebaran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi di lapangan sering kali menghadirkan dinamika yang berbeda dari teori. Keputusan harus diambil cepat dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu dan fasilitas. Dalam konteks tersebut, kehadiran dokter muda di titik-titik strategis menjadi upaya untuk menekan risiko yang kerap luput dari perhatian.

3

Di sisi lain, tingginya minat masyarakat terhadap layanan ini juga memperlihatkan adanya kesenjangan akses kesehatan saat perjalanan mudik berlangsung. Banyak pemudik yang mengaku jarang memeriksakan kondisi tubuh sebelum berangkat, dan baru menyadari adanya masalah ketika gejala mulai mengganggu perjalanan.

Baca Juga : Targetkan 40 Dapur Gizi Beroperasi, Pemkot Batu Akselerasi Infrastruktur SPPG

Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa edukasi kesehatan masih perlu diperkuat, terutama dalam konteks perjalanan jarak jauh. Kelelahan, dehidrasi, dan gangguan ringan lainnya sering dianggap sepele, padahal jika dibiarkan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Kehadiran dokter muda FKIK UIN Malang di Kota Batu setidaknya menjadi respons cepat terhadap situasi tersebut. Bukan hanya memberikan layanan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan saat mudik sama pentingnya dengan mempersiapkan kendaraan atau rute perjalanan.

Dengan intensitas arus mudik yang diperkirakan terus meningkat hingga puncaknya, keberadaan layanan kesehatan di titik-titik strategis seperti ini menjadi semakin relevan. Tidak hanya sebagai langkah antisipatif, tetapi juga sebagai bentuk adaptasi terhadap realitas perjalanan modern yang semakin padat dan kompleks.


Topik

Pendidikan Lebaran mudik UIN Maliki Malang Abdul Malik Setiawan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Yogyakarta Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan