Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Puding MBG di Lowokwaru Ditemukan Berbelatung, SPPG Siap Tanggung Jawab

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Yunan Helmy

03 - Mar - 2026, 16:55

Placeholder
SPPG Tulusrejo 2 di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Lowokwaru, Kota Malang, mendadak menjadi sorotan. Selasa (3/3/2026), sejumlah sekolah penerima distribusi MBG melaporkan temuan belatung hidup di dalam puding stroberi yang termasuk dalam paket menu.

Paket MBG yang didistribusikan oleh SPPG Tulusrejo 2 itu berisi susu UHT, mini muffin, kaki naga, kacang, dan puding stroberi. Namun di  menu terakhir inilah persoalan muncul. Beberapa siswa menemukan belatung yang bahkan masih bergerak di dalam puding.

Baca Juga : Rektor Unisma: Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar, Tapi Jalan Menuju Ketakwaan dan Kesalehan Sosial

Tercatat sedikitnya lima sekolah telah menyampaikan keluhan resmi kepada SPPG Tulusrejo 2 sebagai pihak pendistribusi. Total pada hari itu, sebanyak 2.319 paket MBG dikirim ke 12 sekolah di wilayah Kota Malang.

Kepala SPPG Tulusrejo 2 Lowokwaru Julfa Hannan membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengakui pihaknya kecolongan dalam pengawasan kualitas bahan baku, khususnya stroberi yang digunakan untuk puding.

"Sebagai pelayan publik, pasti ada kesalahan. Ini akan menjadi evaluasi agar ke depan lebih teliti. Ternyata stroberi ini riskan ada ulatnya," kata Julfa.

Menurut dia, stroberi yang digunakan telah dicuci menggunakan garam sebelum diolah. Namun ia menduga belatung berasal dari buah tersebut dan tidak terdeteksi saat proses pembersihan.

SPPG Tulusrejo 2 pun langsung mengambil langkah cepat. Melalui pihak sekolah, siswa diimbau untuk tidak mengonsumsi puding stroberi tersebut dan diminta membuangnya. Julfa menegaskan pihaknya siap mengganti menu yang bermasalah pada distribusi berikutnya.

"Kami mengakui kesalahan ini. Sudah diumumkan bahwa ini tak perlu dikonsumsi, dibuang saja. Kami akan ganti di menu menu selanjutnya. Besok kami ganti di 12 sekolah yang kami kirim," ucapnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa, wali murid, dan pihak sekolah atas kejadian tersebut. "Kami sampaikan permohonan maaf, kami akan evaluasi ini dan mengganti di menu selanjutnya. Penggantian khusus makanan yang dilaporkan kurang layak, puding aja," imbuhnya.

Baca Juga : Menu MBG Bermasalah di Lowokwaru Dikeluhkan Wali Murid

Di sisi lain, keresahan muncul dari kalangan wali murid. Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku miris dengan temuan tersebut. Ia menyebut banyak wali murid kompak mengeluhkan kondisi puding yang dinilai tidak layak konsumsi.

"Menu hari ini, kayak gak layak, di puding stroberinya ada belatungnya. Masih gerak-gerak," kata salah satu wali murid yang enggan disebut namanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan menu MBG di sekolah anaknya bukan kali pertama terjadi. Menurut dia, sudah empat kali muncul keluhan serius. Salah satunya terkait susu olahan dalam kemasan botol yang sempat membuat sejumlah siswa mengalami sakit perut.

Sejak kejadian itu, ia memilih tidak mengizinkan anaknya mengonsumsi makanan dari program MBG. "Jadi, setiap dapat MBG, selalu saya buang. Setelah dulu anak sempat sakit perut karena susu, sampai sekarang selalu saya buang," ungkapnya.

Ia berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut agar kejadian serupa tidak terulang. "Kalau menunya kayak gini-gini, mending stop saja. Kasihan anak-anak kalau sampai ada apa-apa," tandasnya.


Topik

Peristiwa MBG Makan Bergizi Gratis Kota Malang MBG bermasalah belatung di puding MBG



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Yogyakarta Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa