Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Jadwal Pembagian Dividen BBCA, Investor Harus Punya Saham sebelum Tanggal Ini

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

20 - Mar - 2026, 15:17

Placeholder
Tampak depan gedung BCA. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Kabar gembira bagi investor saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Bank swasta terbesar di Indonesia ini kembali membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan total Rp 336 per saham.

Keputusan pembagian dividen tersebut disahkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar pada 12 Maret 2026.

Baca Juga : THR Anak Cepat Habis? Ini Cara Mengatur Angpau Lebaran Anak Menurut Psikolog dan Perencana Keuangan

Dari total tersebut, sebagian sudah lebih dulu dibagikan melalui dividen interim sebesar Rp 55 per saham pada 22 Desember 2025. Artinya, masih ada sisa dividen tunai Rp 281 per saham yang akan diterima para pemegang saham.

Dividen ini akan diberikan kepada investor yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan atau record date.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada sejumlah tanggal penting yang perlu diperhatikan investor agar tidak ketinggalan dividen BBCA.

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen tunai BBCA:
• Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 27 Maret 2026
• Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 30 Maret 2026
• Cum dividen di pasar tunai: 31 Maret 2026
• Ex dividen di pasar tunai: 1 April 2026
• Tanggal daftar pemegang saham (record date): 31 Maret 2026
• Tanggal pembayaran dividen: 8 April 2026

Artinya, investor yang ingin mendapatkan dividen harus sudah memiliki saham BBCA paling lambat hingga penutupan perdagangan pada 27 Maret 2026 untuk transaksi di pasar reguler dan negosiasi.

Jika membeli setelah tanggal tersebut, investor tidak lagi berhak atas pembagian dividen tahun buku 2025.

Jika mengacu pada harga saham BBCA di level Rp 6.775 per saham pada 17 Maret 2026, maka potensi imbal hasil atau dividend yield dari sisa dividen Rp 281 per saham berada di kisaran 4,15 persen.

Namun, sepanjang tahun berjalan, pergerakan saham BBCA tercatat mengalami tekanan. Harga saham bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor perbankan ini melemah sekitar 16,10 persen.

Sebagai perbandingan, pada akhir 2025 harga saham BBCA masih berada di level Rp 8.075 per saham.

Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku

Dari sisi kinerja perusahaan, total dividen yang dibagikan BCA setara dengan sekitar 72 persen dari laba bersih tahun 2025 yang mencapai Rp 57,5 triliun.

Rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 67,4 persen.

Peningkatan rasio ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk tetap memberikan imbal hasil menarik kepada para pemegang saham.

Ke depan, BCA juga berencana meningkatkan frekuensi pembagian dividen interim.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengungkapkan, mulai tahun buku 2026 perseroan berencana membagikan dividen interim lebih rutin, bahkan hingga tiga kali dalam setahun atau setiap kuartal, tentu dengan persetujuan Dewan Komisaris.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan arus kas yang lebih stabil bagi para pemegang saham, khususnya investor ritel yang banyak memegang saham BBCA dalam jangka panjang.

"Kami mengungkapkan apresiasi sebesar-besarnya atas kepercayaan dan dukungan dari segenap pemegang saham. BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan, serta melangkah dengan pruden pada tahun 2026," tutup Hendra. 


Topik

Ekonomi Dividen BCA BBCA dividen BCA pemegang saham BCA



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Yogyakarta Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi