Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Hukum Muslim Mengucapkan Selamat Natal, Boleh atau Tidak? Ini Kata Buya Yahya

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

22 - Dec - 2024, 16:23

Placeholder
Ilustrasi memberikan kado di hari Natal. (Foto dari Pixabay)

JATIMTIMES - Umat ​​Kristiani tidak lama lagi akan merayakan Hari Natal yang jatuh setiap 25 Desember. Sebagai bentuk toleransi, tidak salah kiranya mengucapkan Selamat Natal kepada umat Kristiani yang merayakannya.

Saling pertukaran ucapan pun menjadi budaya sebagian besar masyarakat Indonesia. Dan kegiatan ini menjadi hal yang sangat lumrah terjadi. 

Baca Juga : Air Putih Respon Doa Positif untuk Penyembuhan, Begini Doanya

Namun, terdapat keyakinan bahwa ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani sama saja menyerupai tradisi keagamaan mereka. Namun tidak sedikit pula yang beranggapan ucapan tersebut merupakan perbuatan baik untuk menghargai umat Kristiani.

Lantas, bagaimana hukum mengucapkan selamat Natal dalam agama Islam? Yuk simak penjelasan Buya Yahya berikut ini. 

Hukum Mengucapkan Selamat Natal Menurut Buya Yahya

Ulama KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya dalam salah satu ceramahnya menjelaskan mengenai hukum mengucapkan Selamat Natal. Buya Yahya mengingatkan jika tentang toleransi agama yang benar yakni di mana orang-orangnya saling menghargai tanpa adanya paksaan. 

Menurutnya, sebenarnya dalam Islam tak mengenal toleransi, yang ada yakni kewajiban. "Kalimat toleransi itu begini sebetulnya, ‘Anda sebetulnya gak boleh masuk ke sini karena Anda bukan pegawai sini. Ya karena satu hal jadi boleh.’ Enak gak? Gak enak. Itu toleransi, itu sebetulnya Anda gak boleh masuk karena satu hal jadi boleh,” kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV, Minggu (22/12/2024). 

Sementara dalam islam kata Buya Yahya tidak ada toleransi melainkan kewajiban. "Misalnya, tetangga sakit kita wajib ngasih bukan irama toleransi. Tetangga Nasrani yang sakit wajib kita kasih makan, kita kasih obat. Kalau tetangga Nasrani lapar kita wajib ngasih makanan,” ujarnya. 

“Jadi bukan toleransi, namun kewajiban. Yang ada dalam islam lebih tinggi (derajatnya) dari toleransi, tapi kewajiban,” lanjutnya. 

Buya Yahya menuturkan, toleransi bukan sikap yang memaksa sesuatu. Oleh sebab itu, penting bagi setiap orang memahami makna toleransi dengan baik. Di Indonesia sendiri, istilah toleransi merujuk pada sikap toleran terhadap perbedaan.

"Toleransi itu jangan paksa orang lain untuk ikuti kamu, itulah toleransi. Kita harus paham makna toleransi. Jadi gara-gara salah memaknai toleransi, salah (juga) dalam penerapannya,” katanya.

Buya Yahya kemudian mencontohkan, saat seorang Muslim memperingati hari raya Idulfitri, maka sebagai Muslim tidak boleh memaksakan orang lain yang beragam Nasrani untuk mengucapkan selamat Idul Fitri atau memberi bingkisan. Lalu contoh lainnya, yaitu memaksa non Islam ikut pengajian lantaran kerja di lingkungan Muslim.

"Jadi toleransi itu jangan dipaksa dia untuk ikut. Dan ingat, Anda pun gak boleh maksa kaum minoritas ikuti Anda dalam urusan keagamaan,” ujarnya.

Baca Juga : 50+ Ucapan Hari Ibu yang Menyentuh Hati, Lengkap dalam Bahasa Indonesia dan Inggris

"Begitu juga apalagi di sini kaum mayoritas. Jangan paksa orang Islam mengucapkan selamat Natal, kalau Anda paksa berarti tidak ngerti toleransi. Ini kan urusan agama saya,” sambung Buya. 

Arti Mengucapkan Selamat Natal

Buya Yahya kemudian menjelaskan mengenai makan mengucapkan selamat Natal. Menurutnya, ucapan selamat Natal merupakan selamat atas kelahiran Yesus yang dianggap sebagai Tuhan oleh umat Kristiani.

"Kalau seandainya orang Nasrani dia punya fatwa bahwa haram bagi kita ikut-ikutan mengucapkan selamat Maulid Nabi SAW kita hargai, memang itu bukan nabimu kok. Anda sah-sah saja wahai orang Nasrani," terang Buya Yahya.

"Mestinya juga di balik. Di saat ada seorang Islam berfatwa bahwasanya haram mengucapkan selamat Natal, ya jangan pusing, memang nabi Isya bukan Tuhan saya kok," imbunya.

Hukum Mengucapkan Selamat Natal dalam Islam

Buya Yahya menjelaskan, mengucapkan selamat Natal hukumnya haram. Hukum ini kata Buya sudah ada sejak dulu. 

"Kita tidak diperkenankan mengucapkan selamat natal kepada orang Nasrani karena ini ada hubungannya dengan keyakinan mereka. Tapi ingat kita tidak boleh mencaci dan tidak boleh menghalangi orang Nasrani merayakan natal. Seperti halnya Anda pun tidak boleh melarang mereka masuk gereja. Nabi Muhammad Saw melarang kita mengganggu mereka,” ujarnya.

Sementara mengenai hukum haram tersebut menurut Buya tidak perlu dipermasalahkan oleh orang umat Nasrani. "Gak boleh mempermasalahkan. Kalau ada orang mengatakan haram karena memang saya tidak punya keyakinan, sederhana sebetulnya,” tutupnya.


Topik

Serba Serbi Natal Tahun Baru hukum selamat natal hukum islam buya Yahya ucapan natal



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Yogyakarta Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni