Forkopimda Gelar Rakor Bahas Konflik SMK Turen, Sepakat Pembelajaran Berjalan Kondusif
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
A Yahya
17 - Jan - 2026, 02:06
JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Sabtu (17/1/2026). Rakor yang berlangsung di Kantor Kecamatan Turen tersebut membahas terkait pengamanan siswa SMP dan SMK/STM Turen.
Hasilnya, jajaran Forkopimda Kabupaten Malang beserta sejumlah pihak terkait yang hadir dalam rakor tersebut, sepakat untuk mewujudkan pembelajaran yang aman dan nyaman bagi para siswa.
Baca Juga : Dispendukcapil Malang Siapkan Budaya Digital Baru: Urus Dokumen Sekaligus Aktifkan IKD
"Kami sudah sepakat, pendidikan diharapkan tetap berjalan sebagaimana biasanya dalam rangka untuk menyelamatkan hak pendidikan anak agar mendapatkan pendidikan yang nyaman," tegas Bupati Malang HM. Sanusi saat ditemui usai memimpin rakor.
Agenda rakor yang telah berlangsung pada hari ini tersebut, disampaikan Sanusi, nantinya bakal ditindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang. Yakni diagendakan berlangsung pada Senin (19/1/2026).
Perlu diketahui, pertemuan lanjutan oleh DPRD Kabupaten Malang tersebut, sebagaimana yang juga telah diberitakan, ditujukan untuk menyelesaikan polemik pada kedua yayasan yang turut berdampak pada SMK Turen. Di mana, sejak 8 Januari 2026 lalu seluruh pelajar diketahui terpaksa melaksanakan pembelajaran secara daring.
Keputusan pembelajaran daring tersebut dikarenakan para siswa merasa terganggu dengan adanya sejumlah orang tidak dikenal di luar sistem pendidikan yang menduduki salah satu ruangan sekolah. Selain konflik antar dua yayasan yang bermuara pada laporan kepolisian, polemik tersebut juga turut ramai diperbincangkan publik pada belakangan ini. "Nanti Senin kami ketemu lagi dengan kedua belah pihak (yayasan, red) di DPRD," ungkap Sanusi.
Kedua belah pihak yang kini disebut sedang berkonflik tersebut ialah Yayasan Pendidikan Teknologi Waskito Turen (YPTWT) dengan Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT). Kedua belah pihak itulah yang nantinya akan turut dimediasi pada pertemuan lanjutan oleh DPRD Kabupaten Malang.
Baca Juga : Pondasi Jembatan Brawijaya Diperkuat 2026, Gerbang Revitalisasi Besar Kawasan Splendid-Kayutangan
"Nanti kami ketemu lagi dengan kedua belah pihak untuk membuat kesepakatan bersama. Sedangkan yang memediasi dan menyaksikan dari Polres dan Kodim (Forkopimda Kabupaten Malang, red)," imbuh Sanusi.
Pejabat publik nomor satu di lingkungan Pemkab Malang tersebut berharap, pertemuan lanjutan yang diinisiasi oleh Dewan Kabupaten Malang tersebut dapat segera menemukan mufakat. Sehingga kegiatan pembelajaran di SMK Turen dapat kembali berjalan kondusif. Termasuk bisa kembali belajar tatap muka, bukannya daring.
"Tapi yang jelas dari perwakilan kedua belah pihak sudah sama-sama (menyampaikan, red) pendidikan harus berjalan sebagaimana mestinya, tidak terganggu. Kami menunggu (pertemuan, red) pada hari Senin nanti," pungkas Sanusi.
