Mahasiswa Pulang Kampung Sampah Kota Malang Turun Signifikan

Reporter

Hendra Saputra

Editor

A Yahya

26 - Mar - 2026, 10:59

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Momentum libur Lebaran membawa dampak tak terduga terhadap volume sampah di Kota Malang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencatat adanya penurunan produksi sampah harian, seiring banyaknya mahasiswa yang pulang kampung.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyebut mahasiswa banyak yang mudik pada momen lebaran membuat perubahan. Ia mengaku kondisi ini cukup signifikan mengurangi beban sampah kota.

Baca Juga : Hemat BBM, ASN Jatim Wajib WFH Tiap Rabu Mulai Pekan Depan

“Malah sedikit berkurang karena memang kondisinya mahasiswa ini bisa dibilang lebih dari 50 persen mudik. Sehingga cukup mengurangi sampah yang signifikan. Tetapi untuk tempat-tempat seperti kayutangan, kemarin pada waktu salat id itu peningkatan. Teman-teman di lapangan sudah dipersiapkan sehingga tidak sampai jam 10 semua sudah bersih semua,” jelas Raymond, Kamis (26/3/2026).

Meski terjadi penurunan di sejumlah titik, secara umum volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih berada pada kisaran normal. “Kalau untuk sampah yang masuk di TPA tidak ada perubahan. Tetap diangka sekitar 500 sampai 550 ton dalam satu hari. Malah yang pas pada waktu H-1 itu jumlah ton sampahnya sangat berkurang,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kondisi normal, volume sampah harian di Kota Malang bisa mencapai 600 ton. Namun selama periode Lebaran, rata-rata hanya berada di kisaran 500 ton per hari.

“Kalau keseluruhan sampah yang masuk di TPA itu per hari itu antara 500 sampai 550, bahkan bisa sampai 600. Tapi kemarin rata-rata sekitar 500an. Karena memang tidak terlalu banyak justru ada malah pengurangan,” imbuhnya.

Di sisi lain, lonjakan aktivitas masyarakat tetap terlihat di sejumlah titik keramaian, terutama saat pelaksanaan salat Id di masjid-masjid besar. Untuk mengantisipasi peningkatan sampah, DLH telah menyiagakan personel dan armada secara khusus.

Baca Juga : Cara Cek Daya Tampung Prodi UTBK-SNBT 2026, Lengkap dengan Tips Memilih Jurusan dan Analisis Keketatan

“Contoh yang di Alun-Alun kemarin, Masjid Jami, itu kita 30 personil ditambah 2 dump truck. Terus di Masjid Sabilillah, kita tambah 20 personil. Sehingga begitu selesai acara, kurang lebih jam 10, teman-teman langsung membersihkan bekas-bekas sampah yang ada di sana. Tapi untuk yang di tempat-tempat lain normal saja,” terangnya.

Sementara itu, kawasan ruang publik seperti Alun-Alun Merdeka tetap dipadati pengunjung selama libur Lebaran. Meski jumlah pengunjung meningkat signifikan, pengelolaan sampah dinilai masih terkendali berkat sistem kerja yang sudah terbiasa dengan volume tinggi.

“Untuk jumlah sampah di sana, karena memang di sana sudah dilakukan rutin, jadi tidak ada masalah. Sudah terbiasa dengan volume sampah yang agak banyak. Teman-teman yang ditaruh di sana dalam satu harinya kan 15 dibagi 3 shift. Sehingga untuk pengambilan sampah di sana normal saja,” pungkasnya.