Wacana Sekolah Daring usai Idulfitri, Ini Kata Mendikdasmen
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
26 - Mar - 2026, 09:35
JATIMTIMES - Wacana penerapan sekolah daring atau sistem hybrid usai libur Idulfitri 2026 dipastikan tidak jadi diterapkan. Pemerintah menegaskan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal dengan sistem tatap muka di sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan keputusan tersebut diambil setelah rapat lintas kementerian. Salah satu pertimbangan utama adalah menjaga kualitas akademik sekaligus memperkuat pendidikan karakter siswa.
Baca Juga : Pemkot Surabaya Tingkatkan Lagi Program Kampung Pancasila Pasca Lebaran 2026
“Sesuai hasil rapat lintas kementerian pada 23 Maret, pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter,” kata Mu’ti, dilansir Antara, Kamis (26/3/2026).
Sebelumnya, pemerintah sempat mempertimbangkan skema pembelajaran hybrid yang menggabungkan sistem daring dan luring. Namun, opsi tersebut akhirnya tidak dilanjutkan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan bahwa siswa tetap akan belajar langsung di sekolah seperti biasa. "Pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa," kata Pratikno.
Ia menjelaskan, pembelajaran daring saat ini belum menjadi kebutuhan mendesak. Pemerintah justru fokus memastikan kualitas pendidikan tetap optimal.
Menurut Pratikno, pembelajaran tatap muka penting untuk mencegah terjadinya learning loss atau penurunan capaian belajar siswa.
Ia menegaskan, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah, sejalan dengan arahan Presiden.
Baca Juga : Revitalisasi Pasar Lawang, Disperindag Tunggu Keputusan Kementerian PU RI
“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” ujarnya.
Pemerintah memastikan proses belajar mengajar tetap dilakukan secara luring agar interaksi siswa dan guru berjalan maksimal.
“Demikian juga dengan layanan medis esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal,” tutup Pratikno.
