Update Dampak Cuaca Ekstrem Kota Batu: Puluhan Bangunan Rusak Akibat Angin Kencang dan Longsor, 16 KK Terdampak
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
06 - Mar - 2026, 11:49
JATIMTIMES – Rentetan cuaca ekstrem yang menerjang Kota Batu sejak Rabu (4/3/2026) malam menyisakan kerusakan masif di berbagai titik. Berdasarkan laporan terbaru Pusdalops BPBD Kota Batu hingga Jumat (6/3/2026) pagi, tercatat sedikitnya 18 lokasi mengalami kerusakan serius akibat terjangan angin kencang dan hujan deras.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Suwoko, mengungkapkan bahwa bencana ini berdampak langsung pada sedikitnya 16 Kartu Keluarga (KK). Selain itu tempat usaha dan sejumlah unit fasilitas umum rusak. Rata-rata kondisinya mengalami kerusakan adalah bagian atap bangunan.
Baca Juga : 31 Santri Ponpes di Jombang Keracunan Usai Makan Menu MBG
Dikatakan, rehab rumah akan dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman dan masih dalam tahap penghitungan kebutuhan dari masing-masing rumah terdampak.
"Tim masih terus bergerak di lapangan. Dampak angin kencang ini merata di tiga kecamatan, mulai dari pemukiman warga di Temas, Pandanrejo, hingga kerusakan fasilitas umum seperti TPS3R di Kelurahan Sisir," terang Suwoko dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Salah satu dampak cukup parah terjadi di Desa Tlekung, di mana sebuah green house seluas 120 meter persegi rusak berat pada bagian struktur rangka dan atapnya. Sementara di Kelurahan Sisir, sebuah pohon beringin besar di area parkir Batu Plaza tumbang dan menimpa toko usaha print, mengakibatkan kerusakan bangunan yang signifikan.
Di titik lain, markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu di Desa Pesanggrahan juga menjadi korban. Atap kanopi parkiran Armada Damkar ambruk menimpa satu unit mobil tangga, yang merupakan armada vital untuk penanganan kebakaran gedung bertingkat.
Tak hanya angin kencang, hujan dengan intensitas tinggi juga memicu tanah longsor di kawasan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu atau yang sebelumnya Panti Sosial Petirahan Anak Bhima Sakti, Kelurahan Songgokerto. Plengsengan teknis sepanjang 5 meter dilaporkan ambrol akibat saluran air yang tidak berfungsi optimal saat debit air meningkat tajam.
"Untuk kejadian longsor di Panti Bhima Sakti, penyebabnya selain hujan deras terus menerus, ada kendala pada saluran air. Dimensi longsor mencapai panjang 5 meter dengan tinggi 2 meter," tambah Suwoko.
Baca Juga : Polisi Imbau Warga Waspada Modus Brosur di Pagar Rumah, Diduga Digunakan Incar Rumah Kosong
Menyikapi kondisi ini, BPBD bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman telah memulai kegiatan Asesmen Awal Rehabilitasi dan Rekonstruksi (A2R2). Petugas secara maraton mendata kerusakan di Desa Giripurno, Pandanrejo, hingga Kelurahan Temas untuk menyusun rencana pemulihan.
Sebagai penanganan darurat, BPBD telah mendistribusikan bantuan berupa terpal kepada warga yang atap rumahnya hancur. Langkah ini diambil agar warga tetap memiliki perlindungan sementara, mengingat prakiraan cuaca BMKG menunjukkan potensi hujan masih akan terjadi.
"Kami berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan relawan untuk membantu warga melakukan kerja bakti pembersihan material sisa bencana," tegasnya.
Hingga saat ini, cuaca di Kota Batu terpantau cerah berawan, namun BPBD tetap menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) selama 24 jam. "Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan selama periode cuaca ekstrem bulan Maret ini," imbuh Suwoko.
