Dari Akar Lokal Menuju Panggung Global, 54 Lulusan FEB Unikama Siap Jadi Pencipta Solusi Ekonomi
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
27 - Feb - 2026, 05:46
JATIMTIMES - 54 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (FEB Unikama) menandai babak baru perjalanan hidup mereka. Di Ruang Abdoel Radjab Unikama, Jumat 27 Februari 2026, prosesi yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan titik tolak untuk meneguhkan identitas lokal dalam lanskap persaingan global.
Momentum itu menjadi refleksi bahwa kampus tidak hanya melahirkan sarjana, tetapi juga calon pemimpin ekonomi yang diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dari total lulusan, dua orang berasal dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, sembilan dari Akuntansi, dan mayoritas, yakni 43 mahasiswa, dari Manajemen.
Baca Juga : Siap-siap Libur Panjang Maret 2026: Nyepi dan Idulfitri Berdekatan, Total 7 Hari Tanpa Terputus
Di antara para lulusan tersebut, sejumlah nama mencatatkan prestasi akademik membanggakan. Ega Kurniawan dari Pendidikan Ekonomi meraih IPK 3,69. Maria Norbertha Fatlolon dari Akuntansi membukukan IPK 3,86. Sementara capaian tertinggi diraih Nur Avidah dari Manajemen dengan IPK 3,87.

Dekan FEB Unikama, Dr. Rita Indah Mustikowati, S.E., M.M., dalam sambutannya menekankan bahwa kekuatan global justru berangkat dari pondasi lokal yang kokoh. Menurutnya, integritas, kearifan lokal, kepedulian sosial, serta budaya kolaboratif merupakan nilai inti yang ditanamkan kepada setiap mahasiswa.
"Nilai-nilai integritas, kearifan lokal, kepedulian sosial, dan semangat kolaborasi merupakan DNA lulusan FEB Unikama yang menjadi fondasi dalam membangun kepemimpinan ekonomi dan bisnis yang berkelanjutan," ujarnya.
Ia mengingatkan, inovasi dan daya saing tidak identik dengan meninggalkan jati diri. Sebaliknya, akar budaya dan nilai lokal justru menjadi sumber diferensiasi yang membentuk karakter, etika, sekaligus kompetensi unggul di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompetitif.
Menurut Rita, kebutuhan dunia kerja saat ini melampaui sekadar kecerdasan akademik. Dunia memerlukan insan profesional yang beretika, adaptif terhadap transformasi digital, piawai membaca peluang pasar, serta memiliki keberanian berwirausaha. Karena itu, FEB Unikama terus menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan industri, memperluas kemitraan dengan dunia usaha, serta mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam proses pembelajaran.
"FEB UNIKAMA berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya job seeker, tetapi job creator dan solution maker bagi masyarakat," tegasnya.
Ia pun berpesan agar para alumni menjaga nama baik almamater di berbagai sektor, baik swasta maupun publik. Keberhasilan pribadi, kata dia, akan merepresentasikan kualitas institusi yang telah menempa mereka. "Keberhasilan Anda akan menjadi cerminan keberhasilan institusi ini. Ketika Anda mampu menciptakan dampak ekonomi yang inklusif, membangun bisnis yang beretika, dan berkontribusi pada masyarakat yang berkelanjutan, saat itulah nilai FEB UNIKAMA hadir secara nyata di tingkat nasional dan global," ungkapnya.
Baca Juga : Spoiler One Piece 1175: Jurus Baru Gear 5 Luffy dan Rahasia Buah Iblis Loki Terungkap
Suasana haru juga terasa saat perwakilan lulusan, Maria Norbertha Fatlolon, menyampaikan pidato. Ia menuturkan bahwa proses akademik yang dijalani selama ini telah membentuk pola pikir yang sistematis dan kritis.
"Kita dibekali ilmu, keterampilan, serta pola pikir kritis untuk menghadapi tantangan dunia nyata," katanya.
Maria mengajak rekan-rekannya untuk tetap menjaga solidaritas dan ikatan emosional dengan fakultas. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga yang setia mendampingi hingga hari kelulusan tiba. "Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati setiap langkah dan usaha kita ke depan," pungkasnya.
Yudisium kali ini menjadi penegasan bahwa lulusan FEB Unikama diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia profesional, tetapi juga mampu menciptakan peluang, memimpin dengan etika, serta membawa nilai-nilai lokal ke panggung yang lebih luas. Dari Malang untuk Indonesia, bahkan dunia, langkah mereka baru saja dimulai.
