SPPG Keluhkan Kenaikan Harga Bahan Baku, Satgas MBG Lamongan Minta Disesuaikan

Reporter

Defit Budiamsyah

Editor

A Yahya

26 - Feb - 2026, 05:16

Rapat koordinasi dan evaluasi Satgas MBG Lamongan bersama seluruh ketua SPPG

JATIMTIMES - Pemkab Lamongan memanggil seluruh ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk mengikuti rapat koordinasi dan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (26/2/2025).

Rapat bersama para pengelola dapur gizi tersebut digelar di ruang Gajah Mada, lantai VII gedung Pemkab Lamongan dan dipimpin ketua Satgas MBG Lamongan, M. Nalikan, serta dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, terutama unsur TNI, Polri dan Dinas Pendidikan.

Baca Juga : Ramadan, Tugu Pahlawan Jadi Spot Ngabuburit Favorit Anak Muda di Surabaya

Salah satu pembahasan yakni soal banyaknya aduan terkait kualitas menu yang diberikan kepada siswa yang dinilai kurang layak, sehingga menimbulkan polemik di tengah masyarakat hingga di media sosial.

Dalam kesempatan itu, koordinator SPPG Kecamatan Turi, Fatoni, menyampaikan salah satu kendala yakni kenaikan harga bahan baku yang membuat menu yang disajikan menurun.

"Jadi per hari ini banyak sekali keluhan dari beberapa mitra karena harga bahan bakunya naik. Sehingga pagu yang ditentukan oleh BGN (Badan Gizi Nasional) senilai 8 ribu rupiah untuk porsi kecil, dan 10 ribu rupiah untuk porsi besar itu berpengaruh dengan kualitas (menu makanan) yang kita berikan," kata Fatoni di tengah rapat pagi itu.

Menanggapi hal tersebut, ketua Satgas MBG Kabupaten Lamongan, M. Nalikan, menjelaskan agar SPPG mengantisipasi kelonjakan harga dan melakukan penyesuaian makanan.

"Jadi SPPG harus antisipasi sebagai pertanggungjawaban, kalau memang surveinya membuktikan kenaikan harga, ya sesuaikan saja. Jadi harapan saya, kalau kemungkinan mendekati hari raya nanti ada kenaikan harga bahan baku yang mempengaruhi kebutuhan belanja SPPG, agar disesuaikan saja," jawabnya.

Lebih lanjut, Nalikan berharap agar layanan MBG kedepan bisa lebih baik, baik segi kualitas gizi, bentuk makanan. "Kita evaluasi terus, kita bentuk (Tim satgas) sampai koordinator kecamatan. Kita harapkan program ini bisa berjalan baik dan sesuai harapan," harapnya.

Baca Juga : Puding MBG Ditemukan Tak Layak Sebelum Dikonsumsi, Pengelola SPPG Klatakan Ganti Menu

Untuk diketahui, teknis pembiayaan dan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadhan 2026 disesuaikan menjadi makanan siap santap untuk berbuka, dengan anggaran bahan baku Rp. 8.000 – Rp. 10.000 per porsi ditambah biaya operasional. 

Distribusi dihentikan sementara pada awal puasa (18-22 Februari 2026) dan dilanjutkan kembali pada 23 Februari 2026 melalui empat skema, termasuk paket bawa pulang. 

Adapun rincian anggaran per porsi antara lain bahan baku porsi kecil Rp. 8.000 untuk balita/PAUD/TK/SD kelas 1-3 dan porsi besar Rp. 10.000 untuk SD kelas 4 ke atas, ibu menyusui. Sedangkan biaya operasional Rp. 3.000 per porsi dan insentif fasilitas Rp. 2.000 per porsi (sewa lahan/alat SPPG).